Sejak 2023

Tentang Donalindo Tenun

Donalindo Tenun lahir dari keinginan sederhana: memastikan ulos asli tenun tangan tetap mudah dijangkau orang Batak di mana pun mereka berada — tanpa mengorbankan proses, makna, dan kualitas yang seharusnya ada di setiap helai.

Setiap pesanan dikerjakan oleh tim penenun berpengalaman, mengikuti motif dan teknik yang diwariskan turun-temurun. Kami percaya, tenun yang baik butuh waktu — karena itu setiap pre-order custom kami beri estimasi jujur 1 bulan 2 minggu, dengan progres yang bisa dipantau sendiri lewat halaman Lacak Pesanan.

Mengapa Ulos Penting

Warisan Budaya Tak Benda Indonesia sejak 2014.

Ulos ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 17 Oktober 2014 — tanggal yang sejak itu diperingati sebagai Hari Ulos Nasional. Saat ini, ulos sedang diperjuangkan untuk mendapat pengakuan UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia.

Bagi masyarakat Batak, ulos bukan sekadar kain. Ia hadir di sepanjang siklus hidup — sejak kelahiran, pernikahan, hingga upacara kematian. Setiap motif membawa pesan tersendiri: Ragidup sebagai doa panjang umur, Ragi Hotang sebagai simbol kehangatan bagi pengantin baru, Mangiring sebagai harapan keturunan yang terus beriringan.

Filosofi yang melekat pada ulos berakar dari fungsinya sebagai penghangat — salah satu dari tiga sumber kehangatan bagi leluhur Batak, bersama matahari dan api. Memberi ulos (mangulosi) berarti memberi kehangatan, kasih sayang, dan restu.

Setiap kali kamu memilih tenun tangan asli, kamu turut menjaga keterampilan ini tetap hidup, dan turut memastikan generasi penenun selanjutnya punya alasan untuk terus menenun.